Tampilkan postingan dengan label Breaking News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Breaking News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Oktober 2009

Video Mesum

Surabaya - Kasus video mesum smp 26 yang dilakukan pelajar SMP Negeri 26 Kandangan Tandes, membuat anggota DPRD Kota Surabaya prihatin. Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono, mengaku untuk meminimalisir pelajar berbuat mesum, diperlukan penambahan pelajaran tentang pendidikan budi pekerti sejak SD.

"Kejadian video mesum ini dapat terjadi kapan pun dan dimana pun. Ini sangat memprihatinkan karena yang melakukan anak SMP yang masih di bawah umur," ujar Baktiono kepada wartawan di gedung DPRD Kota Surabaya, Jalan Yos Sudarso, Selasa (20/10/2009).

Baktiono mengaku, kejadian yang dilakukan siswi itu tidak bisa menyalahkan salah satu dengan lainnya. Menurutnya, yang harus dilakukan bagaimana cara mengatasi hal itu agar tidak terulang lagi. Selain itu menyelamatkan siswi agar tidak patah semangat menuntut ilmu demi masa depannya.

"Sekarang yang kita cari, bagaimana anak ini bisa berkembang dan berkarya, serta tidak mengulangi perbuatannya lagi. Karena siswi ini masih anak-anak dan dilindungi UU Perlindungan Anak," tuturnya.

Ia berharap, Dinas Pendidikan Kota Surabaya memberikan mata pelajaran tentang budi pekerti sejak tingkat dasar. "Sampai saat ini, nampaknya belum ada kurikulum atau mata pelajaran tentang budi pekerti. Karena itu, kami berharap ke depannya, pendidikan budi pekerti diajarkan sejak SD," tutur legislator dari PDI-P.

Selain itu, Baktiono berharap polisi terus menyelidiki kasus ini dan menindak tegas pelaku dewasa, serta pelaku yang menyebarluaskan video mesum.

"Saya juga mendapat SMS tentang nama situs yang memuat video mesum itu di internet. Kami berharap kepada pihak yang berwajib mencari pelaku penyebar video mesum dan menindak tegas," jelas juragan kerupuk ini.

Sebelumnya video mesum siswi SMPN 26 telah beredar. Saat dikonfirmasi ke SMPN yang berada di Jalan Banjar Sugihan itu, pihak sekolah mengatakan ES pernah bersekolah di situ. Tetapi sejak tanggal 11 September 2009 lalu, ES mengundurkan diri dengan alasan permintaan dari orangtua.

Setelah diselidiki, Satreskrim Polres Surabaya Utara akhirnya menangkap pemeran laki-laki video meusm tersebut yakni Ricardo (19), warga Tandes, Surabaya.

Selain itu, polisi juga menangkap wartawan New Dor, Arnest Yanisda Putiray karena mencoba memeras keluarga ES sebesar Rp 60 juta dan mengancam akan menyebarluaskan video mesum tersebut yang sudah digandakan ke dalam CD, jika tidak membayarnya.

Jumat, 23 Oktober 2009

Tuntaskan Masalah Pin Nabi

Masalah Pin Nabi Muhammad memang harus dituntaskan dengan segera, agar tidak terjadi masalah lain lagi setelah hal tersebut. Memang masalah poligami ini, telah menyebakan Umat Islam sangat marah.

MUI Minta 'Pin Nabi’ yang Beredar Ditarik
By Republika Newsroom
Sabtu, 17 Oktober 2009 pukul 11:38:00

MAKASSAR--Beredarnya pin nabi yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad SAW terus mengundang protes. Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Perwakilan Makassar, kemarin mendatangi Markas Polres Makassar Timur dan melaporkan secara resmi dua warga yang menyimpan dan mengedarkan pin tersebut.

Ketua Umum LPPI, Muhammad Said Abdul Shamad mengatakan, ulah kedua orang tersebut bisa meresahkan kalangan umat Islam.

Kedatangan Said ke Mapolres Makassar Timur didampingi Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, Arifuddin Ahmad. Menurut Said, LPPI menempuh proses hukum agar kasus tersebut diusut tuntas. Ia mengatakan, beredarnya pin begambar wajah Nabi itu menunjukkan adanya indikasi upaya mengedarkan budaya Iran ke Indonesia. "Ini bisa meresahkan masyarakat muslim lainnya," ujar Said.

Sebelumnya, berlangsung pertemuan tertutup antara MUI dengan pihak kepolisian yang diikuti Arifuddin dan Said. Usai pertemuan tersebut, Arifuddin membeberkan bahwa pin tersebut jelas menginterpretasikan ilustrasi yang disebut wajah Nabi. Karena itu, MUI meminta agar seluruh gambar yang mengilustrasikan wajah Nabi itu segera ditarik dari peredaran.

Arfuddin mengatakan, polisi harus bekerja mengungkapkan motif penyebaran pin tersebut, ‘’Jika motifnya pelecehan agama, maka polisi harus menindak tegas. Tapi kalau mereka tidak tahu atau karena lalai, kami juga minta polisi memeriksa dengan teliti agar tidak salah menjatuhkan hukuman,’’ ujarnya.

Kasat Reskrim Polresta Makassar Timur, AKP Eliester Dharma Bahagia Ginting mengatakan, akan memanggil ulang dua orang pengedar pin, Bahanda dan Irianto, yang sudah dipulangkan Kamis lalu. Namun ia belum memastikan kapan jadwal pemanggilan tersebut dilakukan. Terkait dengan kasus ini, pihak kepolisian berjanji akan melakukan pemeriksaan secara bertahap untuk penyelesaian kasus tersebut.

Sementara itu, ketua umum Pengurus Wilayah Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Sulsel, Syamsuddin Baharuddin membantah jika kedua pengedar pin bergambar wajah Nabi tersebut adalagh anggota IJABI. Menuru Syamsuddin, baik Bahanda maupun Irianto tidak pernah mengikuti pengkaderan IJABI. "Kecuali kalau mereka pernah ikut pertemuan IJABI dalam skala besar, saya tidak tahu. Karena untuk pertemuan berskala besar, siapapun bisa mengikutinya,’’ kata Syamsuddin.

Ia juga mengatakan tak ada keterkaitan IJABI dengan pembuatan atau peredaran pin tersebut. Karena misi dakwah IJABI, menurutnya, bukan ke arah pembuatan gambar Nabi. ina/rin

Selasa, 13 Oktober 2009

Crystal Defanti Video

A Sacramento school teacher is at her wits’ end today, having accidentally put pornography onto a DVD that was meant to be filled with school memories from the previous year. No one discovered the mistake until after the DVD had already been sent home with students. Needless to say, parents were shocked.

Parents of students at Isabelle Jackson Elementary said that Crystal Defanti, a fifth grade teacher, is a good person, but just made a costly mistake that might become the most embarrassing moment of their life.

The offending DVD starts with a menu screen that displays various school trips and functions, and when you click on one of them, you see kids in a classroom sharing stories. They start clapping, then the video suddenly cuts to sexual intercourse.

“It goes from my son, straight to her on the couch,” said ‘Joe,’ who saw the video with his son and didn’t want to be identified. “My son’s reaction was, ‘Dad, is that Ms. Defanti?’”

“We were up till midnight doing the ‘birds and the bees,’” he added. “All she could say was that it was a horrible mix up.”

The teacher called his home the day after his child got the DVD, crying hysterically, profusely apologizing and asking the man and his wife to call every parent they knew to stop their kids from seeing the DVD
The Elk Grove Unified School District says they are investigating, but legal experts say it’s unlikely that the teacher will lose her job.

“It’s felony stupid, but it’s not a crime,” said defense expert Ken Rosenfeld. “Is it something that she should be disciplined for? Absolutely, but fired for? She didn’t intend for this to happen.”

Crystal Defanti Video

Sabtu, 26 September 2009

The First Big Baby In columbia

The first Big Baby In Columbia Video, beberapa waktu yang lalu pernah membuat heboh warga dan masyarkat Columbia. Kelahhiran seorang bayi perempuan dengan bobot yang sangat berat untuk sebuah ukuran normal seorang bayi, apalagi bayi perempuan. Bayi yang mempunyai berat badan 13 pond lebih tersebut sangatlah berat untuk ukuran seorangbayi.

Ketika kemarin lusa kita mendengar lahirnya seorang bayi laki - laki di Sumatra Utara di Indonesia yang mempunyai berat badan yang lebih berat dari Big Baby In Columbia, mungkin kita bisa membandingkan serta menyimpulkan , bahwa memang banyak kejadian yang diluar kekuasaan kita sebagai seorang manusia.

Dengan lahrnya bayi laki - laki di Indonesia yang mempunyai berat badan lebih dari 19 pond, atau kurang lebih 8,7 kilo gram, membuat warga masyarakat Sumatra Utara khususnya ingin melihat serta membuktikan kebenaran berita tersebut. Bayi tersebut juga mendapat sebutan big baby Benarkah bayi tersebut sebesar yang diberitakan , tinggal buktikan saja sendiri.